Pada awal saya masuk ke bangku SMA. Saya berpendapat
bahwa kelas X-1 adalah kelas yang paling membuat emosi dan yang paling sial
yang pernah saya jumpai. Karena saat saya pertama kali masuk SMA Kebon Dalem
muridnya sombong, tercemar, kotor, dan banyak ngomong dari pada bertindak. Saya
pun menyiap-kan hati setebal 10 m dari baja, untuk menerima tekanan lagi di
sekolah ini.
Memang ternyata murid-murid di sini mulutnya ngga bisa di jaga,
suka buang sampah sembarangan, dan rusuh. Saat saya mencoba menjalin
persahabatan di sini, saya di tolak, di jauhi, bakan di usir. Rasanya memang
ingin emosi dan mencari korban minggu-mingguan di sekolah ini agar saya beri
pelajaran mereka. Tapi karena saya pendatang di Semarang jadi saya tak dapat
berbuat apa-apa selain menahan amarah. Belum lagi sama anak yang tidak bisa
menjaga mulutnya dalam bicara, memang perkataan negative semua keluar dari
perbendaharaan hatinya yang jahat. Tapi sekali lagi saya harus menahan semua
amarah yang saya tampung di dalam toples di hati.
Jumlah populasi di kelas X-1 ada 21 orang, karena 1 orang
Kalimantan keluar jadi 20 orang. Wali kelas kami bernama Hari Prawarta yang
kumisnya tebal dan berambut belah tengah dengan beberapa rambut putih yang
tersebar di rambut hitamnya. Saat Mulutnya tertutup terlihat manyun seperti
expresi mencium tapi entah ada peristiwa apa yang membuat bibirnnya ngga bisa
biasa. Badanya sedikit pedek dan berperut buncit.
Lalu pengurus kelas yang paling gendut dan berkulit hitam
bernama Kurniawan Riduwan sebagai ketua kelas dan wakilnya yang paling pinter
di kelas dan suka menjilat guru-guru berkulit putih dan perkataannya yang
sedikit sembarangan. Lalu berlajut pada nomor urut 1 di kelas ku yaitu Agnesia
Nugroho, Andrew Sugiharto, Aurel, Calvin Yanuar, lalu lompat ke nomor 10 yaitu
Eugene, dan seharusnya nomor 11 yaitu Flafiana darin Kalimantan. Karena dia tak
nyaman tinggal di Semarang lalu dia pulang ke Kalimantan. Lanjut ke nomor 12
yaitu saya Kevin Ronaldo, Indah lalu lompat lagi ke nomor terakhir 21 yaitu
Vincent Wijaya. Saya melompat-lompatkan karena saya tak mungkin menyebutkan
mereka 1 per 1 di media Internet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar