Minggu, 10 Februari 2013

Class Profile



Pada awal saya masuk ke bangku SMA. Saya berpendapat bahwa kelas X-1 adalah kelas yang paling membuat emosi dan yang paling sial yang pernah saya jumpai. Karena saat saya pertama kali masuk SMA Kebon Dalem muridnya sombong, tercemar, kotor, dan banyak ngomong dari pada bertindak. Saya pun menyiap-kan hati setebal 10 m dari baja, untuk menerima tekanan lagi di sekolah ini.
Memang ternyata murid-murid di sini mulutnya ngga bisa di jaga, suka buang sampah sembarangan, dan rusuh. Saat saya mencoba menjalin persahabatan di sini, saya di tolak, di jauhi, bakan di usir. Rasanya memang ingin emosi dan mencari korban minggu-mingguan di sekolah ini agar saya beri pelajaran mereka. Tapi karena saya pendatang di Semarang jadi saya tak dapat berbuat apa-apa selain menahan amarah. Belum lagi sama anak yang tidak bisa menjaga mulutnya dalam bicara, memang perkataan negative semua keluar dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Tapi sekali lagi saya harus menahan semua amarah yang saya tampung di dalam toples di hati.
Jumlah populasi di kelas X-1 ada 21 orang, karena 1 orang Kalimantan keluar jadi 20 orang. Wali kelas kami bernama Hari Prawarta yang kumisnya tebal dan berambut belah tengah dengan beberapa rambut putih yang tersebar di rambut hitamnya. Saat Mulutnya tertutup terlihat manyun seperti expresi mencium tapi entah ada peristiwa apa yang membuat bibirnnya ngga bisa biasa. Badanya sedikit pedek dan berperut buncit.
Lalu pengurus kelas yang paling gendut dan berkulit hitam bernama Kurniawan Riduwan sebagai ketua kelas dan wakilnya yang paling pinter di kelas dan suka menjilat guru-guru berkulit putih dan perkataannya yang sedikit sembarangan. Lalu berlajut pada nomor urut 1 di kelas ku yaitu Agnesia Nugroho, Andrew Sugiharto, Aurel, Calvin Yanuar, lalu lompat ke nomor 10 yaitu Eugene, dan seharusnya nomor 11 yaitu Flafiana darin Kalimantan. Karena dia tak nyaman tinggal di Semarang lalu dia pulang ke Kalimantan. Lanjut ke nomor 12 yaitu saya Kevin Ronaldo, Indah lalu lompat lagi ke nomor terakhir 21 yaitu Vincent Wijaya. Saya melompat-lompatkan karena saya tak mungkin menyebutkan mereka 1 per 1 di media Internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar